Gebyar Hari Jadi Provinsi Jatim Ke-77 di Bojonegoro Berlangsung Meriah

user
Nugroho 12 November 2022, 19:36 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Gebyar Hari Jadi Provinsi Jatim ke-77 di halaman Bakorwil Bojonegoro berlangsung meriah, Sabtu (12/11/2022). Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak hadir di tengah-tengah masyarakat yang mengikuti jalan sehat dan bazar UMKM.

Kepala Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro Agung Subagyo mengatakan, setelah pandemi Covid-19, saat ini Indonesia akan dihadapkan ancaman global baru berupa ancaman krisis pangan, krisis energi serta krisis keuangan.

"Bahkan berpotensi terjadinya resesi dunia, baik akibat perang Rusia - Ukraina ataupun climate change (perubahan iklim). Sehingga, membutuhkan transformasi besar dalam bidang energi yang terbarukan (renewable energy)," katanya, Sabtu (12/11/2022).

Dia mengatakan, peringatan Hari Jadi ke-77 Provinsi Jawa Timur tahun 2022, telah diselenggarakan dengan berbagai kegiatan sosial. Selain menyemarakkan hari jadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur hadir di tengah masyarakat untuk penanganan dampak inflasi.

"Ada lomba kegiatan yang yang dipusatkan di Bakorwil Bojonegoro," katanya.

Diantaranya pembagian zakat produktif dan pembagian sembako bagi umkm ultra mikro, pemberian makanan tambahan bergizi, vitamin dan paket sembako untuk pencegahan stunting, dan pemberian tablet penambah darah kepada remaja putri siswi sma/smk. Juga sosialisasi pencegahan stunting, kekerasan apada anak, dan pelayanan perekaman ktp-el dan kia kepada remaja putri atau pelajar.

"Dengan program kegiatan ini, diharapkan menjadi salah satu solusi untuk penanganan dampak sosial inflasi di wilayah Jawa Timur," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak hadir di Gebyar Hari Jadi Jatim ke 77 di halaman Bakorwil Bojonegoro mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa yang berhalangan hadir.

Emil mengatakan, antusias masyarakat Bojonegoro sangat luar biasa. Selain jalan sehat juga ada pemberian bantuan kepada masyarakat.

"Misalnya seperti program kelompok tani hutan, mengatasi stanting, kemudian para BUMN mengumpulkan dan memberikan zakat, tapi zakatnya disalurkan untuk pelaku usaha mikro yang bekerjasama dengan Baznas," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan