UKW Angkatan ke -46 Tahun 2022, 1 Peserta Belum Kompeten

Peserta UKW angkatan ke 46 tahun 2022 berfoto bersama usai pengumuman hasil ujian.
Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari
Surabaya - Sebanyak 29 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke 46 tahun 2022 dinyatakan kompeten. Sementara satu peserta dinyatakan belum kompeten.
UKW angkatan 46 diikuti 30 perserta baik jenjang Muda, Madya dan Utama. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni sejak tanggal 12 hingga 13 November 2022. UKW dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Komisi Kompetensi PWI Pusat, Djoko Tetuko menyatakan, peserta diuji di Balai Wartawan A. Aziz, Jalan Taman Apsari, 15-17 Surabaya. Terdaftar sebanyak 30 peserta. Terdiri atas peserta jenjang wartawan utama sebanyak 6 orang, peserta madya 12 orang, dan peserta muda 12 orang.
"Dari 30 peserta, 1 peserta dari kelas UKW Muda dinyatakan belum kompeten. Peserta yang dinyatakan kompeten sebanyak 29 orang," katanya saat mengumumkan hasil UKW, Minggu (13/11/2022).
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PWI Jatim, Machmud Suhermono menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang dinyatakan kompeten.
"Untuk yang belum kompeten diharapkan bersabar sampai ada kesempatan untuk mengulang lagi," pesannya.
Menurut Machmud, dalam uji kompetensi ada tahapan-tahapan dan modul-modul yang harus diketahui oleh seluruh peserta. Pertama, ada beban moral yang sangat luar biasa ketika penguji menyatakan kompeten. Sebab nanti masyarakat akan melihat apa beda wartawan yang kompeten dengan yang tidak.
"Nah ini kewajiban moral kita. Karena meskipun anda kompeten tetapi ternyata ketika perilaku anda di lapangan sering melanggar kode etik jurnalistik, nanti juga bisa dicabut sertifikat kompetensi anda. Oleh karena itu harus dijaga," tandas pria yang menjabat Wakil Ketua PWI Jatim ini.
Ditambahkan, bahwa dapat mengikuti UKW merupakan kesempatan yang berharga. Sebab, sebagaimana disampaikan oleh Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, diperkirakan lebih dari 200.000 wartawan di Indonesia, baru sekira 2.000 wartawan mengikuti uji kompetensi dari yang ditargetkan Dewan Pers setiap tahunnya. Jumlah tersebut sudah didukung berbagai lembaga seperti PWI, AJI, dan IJTI.
"Saya berharap dengan status yang sudah kompeten ini dimaksimalkan. Dan juga Kode Etik Jurnalistik jangan sampai ditabrak lagi. Untuk kawan-kawan media siber nanti juga mengacu pada PPMS (Pedoman Pemberitaan Media Siber)," tambahnya.
Salah satu peserta jenjang UKW Muda, Dyah Ayu Fadillah mengaku mendapat ilmu luar biasa atas kesempatan yang diikuti. Menurutnya, sebagai wartawan yang ada di daerah harus terus menerus belajar agar bisa lebih profesional.
"Saya ucapkan terima kasih kepada para Penguji, PWI Jatim, dan SKK Migas," pungkasnya.(fin)
BERITA TERKAIT
Bojonegoro Anggarkan Rp 900 Miliar untuk Rekontruksi Jalan Cor Beton
Rp 7,8 Miliar APBD Bojonegoro untuk Bantuan Partai Politik
Kacabdindik Bojonegoro-Tuban Imbau ASN Jaga Netralitas di Tahun Politik
DLH Bojonegoro Kerahkan 3 Kendaraan Angkut Sampah di Alun-alun
Kisah di Balik Pancasila: Memahami Kerangka Ideologi Indonesia
Perspektif Masyarakat Jelang Pemilu Serentak 2024
Alun-alun Bojonegoro Dipenuhi Sampah
BPK Jangan Sekadar Periksa Keuangan Berdasar Laporan
3 Kloter CJH Bojonegoro Berangkat Kamis, dan 1 Kloter Berangkat Jumat
Warga Soroti Cara Pemkab Bojonegoro Bebaskan Lahan di Desa Kalangan
PPSDM Migas Genjot Pemahaman Materi tentang Operasi Produksi
PPSDM Migas Beri Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tingkat Operator
Dorong KKKS Laporkan Data Lifting Migas Bulanan
Proyek Pipa Gas Cisem Tahap II Rp 3,3 Triliun Dimulai 2024
Penerimaan Negara Sektor Migas Bisa Berubah, Ini Penyebabnya
PPDB Jenjang SMA dan SMK di Bojonegoro Segera Dibuka
Khairul Anwar Ketuai PTMSI Bojonegoro 2023-2027
Pertamina Tanda Tangani Kontrak Kerja 2 WK dengan Skema Cost Recovery
Remaja di Bojonegoro Ditemukan Meninggal, Terperosok di Bekas Tambang Pasir
BPN Bojonegoro Lakukan Pengukuran Batas Terluar dan Aset Pemerintah di Desa Ngelo
ASN PPSDM Migas Dilatih Penyusunan Instrumen Asesmen Kompetensi