Padi Terendam Banjir, Petani Bojonegoro Protes Pemkab Tak Ada Perhatian

user
Nugroho 13 November 2022, 21:39 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Para petani di Desa Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur protes karena selama tiga tahun terakhir padinya selalu terendam banjir. Mereka menganggap pemerintah kabupaten (Pemkab) tidak perhatian terhadap para petani, apalagi areal sawah yang ditanami padi cukup luas yakni mencapai 61 hektare.

Ketua Kelompok tani (Poktan) Widodo Desa Sukorejo Sufyan mengatakan, musyawarah di sawah yang terendam banjir merupakan bentuk protes petani akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap banjir yang dialami petani.

"Banjir terjadi sejak Jumat (11/11/2022) yang merendam padi milik petani hingga hari ini belum surut," katanya, Minggu (13/11/2022).

Dia mengatakan, banjir tahun ini yang paling parah, semenjak tiga tahun terakhir. Tanaman padi milik petani pasti akan membusuk dan mati jika banjir tidak segera surut.

"Ada 36 hektare milik petani Poktan Widodo dan ada 25 hektare lahan milik Poktan Karya Makmur yang tergenang banjir," katanya.

Jumlah lahan padi yang terendam banjir tersebut belum termasuk lahan milik warga Kelurahan Kepatihan, Kelurahan Kadipaten, dan Desa Kalinyar yang berada di wilayah Kecamatan Kapas. Jika dihitung, kerugian para petani mencapai Rp 14,5 juta untuk per hektarenya.

"Berarti kerugian petani bisa mencapai angka Rp 884,5 juta untuk keseluruhan," katanya.

Sementara itu, Ketua Poktan Karya Makmur Desa Sukorejo Sucipto mengatakan, banjir terjadi akibat kecilnya jembatan di bawah rel kereta api, turut Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, yang sangat sempit. Akibatnya irigasi yang kurang lebar dan jembatan terlalu sempit membuat air tak lancar menuju ke sungai.

Dia meminta, Kepala Desa Sukorejo, Camat Bojonegoro, Dinas PU SDA Bojonegoro, Balai Besar Bengawan Solo (BBWS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Bupati Bojonegoro, dan Gubernur Jawa Timur mencarikan solusi agar wilayahnya tak lagi mengalami banjir hingga membuat petani selalu merugi.

"Kami butuh kerja nyata pemerintah dalam mengatasi banjir yang setiap tahun merendam tanaman padi di wilayah Desa Sukorejo ini," tegasnya.(jk)

Kredit

Bagikan