2 Jurnalis Bojonegoro Jadi Korban Pengeroyokan Massa Konvoi

user
Nugroho 06 Januari 2023, 14:27 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Dua jurnalis di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi korban pengeroyokan oleh peserta konvoi saat melakukan tugas peliputan pada Kamis malam (5/1/2023).

Kedua jurnalis korban kekerasan massa konvoi adalah Misbahul Munir dari media siber JatimNow.com, dan Mohamad Rizki dari blokBojonegoro.com. Akibat peristiwa itu kedua korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Kejadian tersebut bermula saat kedua korban berusaha mengambil foto konvoi dan arak-arakan yang dilakukan oleh kelompok massa berpakaian hitam-hitam, di seputaran Tugu Adipura Kota Bojonegoro.

Mengetahui aksi konvoinya difoto, sejumlah massa langsung turun dari sepeda motor dan memukuli serta menendang dua jurnalis tersebut. Beruntung keduanya langsung lari menyelamatkan diri dari amukan massa.

"Ada belasan orang. Mereka langsung memukuli dan menendang kami. Kami sudah bilang kalau dari wartawan. Tapi tetap saja dikeroyok," ujar Mohamad Rizki dibenarkan rekannya Misbahul Munir.

Mereka mengaku mengalami luka memar di bebarapa bagian tubuhnya akibat peristiwa pengeroyokan oleh peserta konvoi tersebut.

"Wajah, dada dan perut terasa sakit," ucap Rizki.

Sementara itu, Ketua AJI Bojonegoro Dedi Mahdi menyesalkan kejadian pengeroyokan terhadap dua jurnalis. Karena kerja jurnalis adalah untuk kepentingan publik dan itu dilindungi undang - undang. Sehingga kekerasan dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan.

"Jurnalis melakukan peliputan itu bisa jadi konvio arak-arakan yang dilakukan massa, menganggu keamanan dan ketertiban umum," Ungkapnya, jum'at (6/1/2023).

Dedi menilai aparat keamanan teledor dalam memberikan pengamanan dan pengawalan aksi konvoi massa yang berasal dari beberapa wilayah di Bojonegoro.

"Aparat keamanan seharusnya mampu mengendalikan para peserta konvoi tersebut, agar tak menimbulkan gangguan kamtibmas," tanbahnya.

AJI Bojonegoro juga mengimbau bagi para jurnalis agar lebih berhati - hati, terutama saat melakukan peliputan kegiatan yang melibatkan banyak massa, jurnalis harus mempunyai bekal untuk keselamatan dirinya masing-masing agar terhindar dari perilaku kekerasan.(jk)

Kredit

Bagikan