Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Dua Wartawan di Bojonegoro Masih Stagnan

user
Nugroho 16 Januari 2023, 17:30 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang dialami dua wartawan di Bojonegoro masih stagnan hingga sekarang. Penyidik Polres Bojonegoro, Jawa Timur baru memeriksa saksi korban dalam penanganan kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Girindra Wardhana mengatakan, penyelidikan kasus pengeroyokan yang dialami dua wartawan di Bojonegoro masih proses. Namun, pihaknya mengaku kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut karena minim saksi.

"Saat ini yang dimintai keterangan baru korban. Kendalanya minim saksi saat di lokasi kejadian," katanya, Senin (16/1/2023).

Girindra menjelaskan, penyelidikan kasus pengeroyokan dua wartawan masih terus berjalan. Kasus pengeroyokan terhadap wartawan di Bojonegoro itu dilakukan oleh sekelompok massa yang melakukan konvoi. Massa diduga dari salah satu perguruan silat.

"Kemungkinan (pelaku) satu rombongan (penganiayaan dan penjarahan) yang di Kalitidu," katanya.

Ada dua wartawan yang menjadi korban penganiayaan yakni Misbahul Munir wartawan media siber jatimnow.com dan Mohammad Rizky wartawan blokbojonegoro.com. Akibat peristiwa itu korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, seperti mulut, perut, dan dada.

Kasus tersebut terjadi pada Kamis (05/01/2023) malam di Jalan Gajah Mada, sekitar Bundaran Adipura Kabupaten Bojonegoro. Pada malam itu juga, kasus tawuran juga terjadi di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.

Dalam peristiwa tawuran di Kalitidu itu, polisi mengamankan satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Satu tersangka berinisial NA warga Kecamatan Kalitidu. Dia diamankan, beserta barang bukti berupa satu buah senjata tajam berupa golok dan pakaian yang dikenakan saat kejadian.(jk)

Kredit

Bagikan