Kerap Comot Berita, Jurnalis Bojonegoro Peringatkan Akun IG Berita_bojonegoro2

user
Sasongko 18 Januari 2023, 14:28 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sejumlah jurnalis di Kabupaten Bojonegoro meminta agar akun instagram @berita_bojonegoro2 tidak lagi memposting ulang berita dari media massa tanpa izin, baik itu media ciber/online, TV (melalui YouTube) maupun media cetak. Pengambilan berita dari sejumlah media kemudian diposting ulang kerap dilakukan akun IG @berita_bojonegoro2.

Salah satu jurnalis Radar Bojonegoro, Bhagas Dani Purwoko mengatakan, jika pihaknya mengaku sudah beberapa kali menegur pemilik akun media sosial tersebut agar tak lagi memposting ulang berita dari medianya, namun masih saja "nambeng".

"Radar Bojonegoro sudah sering menegur, tapi tetap saja memposting," ungkapnya.

Tidak hanya jurnalis atau media dari Radar, namun sejumlah jurnalis media lain yang bertugas di wilayah Bojonegoro, seperti beritajatim.com, jatimnow.com, klikjatim.com beritabojonegoro.com, blokbojonegoro.com, suarabanyuurip.com, duta.co jawapos, inews.id, okezone.com, sindonews.com dan beberapa media lain juga mengaku keberatan beritanya diposting ulang.

"Kita sudah dua kali melakukan somasi kepada akun @berita_bojonegoro2, sekali lagi memposting kita laporkan polisi," kata Imam Nurcahyo, dari beritabojonegoro.com.

Menurut para jurnalis, melakukan posting ulang dengan asal comot berita tersebut bisa disebut plagiat atau pelanggaran hak cipta, berpotensi pelanggaran pidana maupun perdata, seperti undang-undang ITE.

"Kita sedang pertimbangkan untuk itu, (laporan pidana atau gugatan perdata)," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, Dedi Mahdi, mendukung langkah teman - teman jurnalis jika ingin melakukan upaya hukum, terhadap akun medsos tersebut. Menurutnya, berita atau produk jurnalistik yang dihasilkan media itu butuh proses panjang, yang menguras tenaga, pikiran, bahkan materi.

"Berita yang diposting ulang akun medsos tersebut sangat merugikan, karena akun tersebut bersifat komersial," tegasnya.

Jurnalis dari media MNC Group ini menambahkan, jika media massa banyak dirugikan jika beritanya diposting ulang, seperti publik atau masyarakat tidak akan membaca dari medianya, karena sudah melihat di postingan medsos tersebut.

"Pembaca/viewer pasti berkurang, dan itu bisa berdampak pada penurunan iklan atau pendapatan media," pungkanya.(jk)

Kredit

Bagikan