Data SDGs Kepohkidul Tiba-tiba Lenyap

user
samian 25 Mei 2022, 22:41 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Data Sustainable Development Goals (SDGs) Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tiba-tiba lenyap atau kosong. Pemutakhiran data berbasis SDGs desa merupakan pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM) secara mikro.

Sehingga berisi informasi penting secara terperinci dan mendalam dalam suatu desa. Antara lain, data kemiskinan, kesehatan, pendidikan, pertumbuhan ekonomi dan sebagainya.

"Data SDGs di desa kami hilang. Padahal ini data sangat penting untuk tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Kepala Desa (Kades) Kepohkidul, Samudi kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (25/05/2022).

Ihwal hilangnya data tersebut, diketahui pertama kali oleh perangkat desa setempat, Yuliana. Perempuan yang menjabat Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Kepohkidul ini adalah peserta program kuliah Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa.

"Dalam program yang diikuti, terdapat materi tentang SDGs. Sehingga Bu Yuli berusaha mengakses data hasil input di Desa Kepohkidul. Tapi tidak bisa," tutur Kades dua periode ini.

Mahasiswi RPL di Unesa ini kemudian meminta bantuan Nasihuddin, Pendamping Desa Kepohkidul. Dari Nasihuddin, Yuli mendapat alamat admin kecamatan untuk mengakses data SDGs.

"Namun saat berhasil diakses, tidak ada data SDGs Desa Kepohkidul. Datanya kosong melompong," ujarnya.

Ketua Papdesi Bojonegoro ini menduga, ada semacam upaya pembunuhan karakter terhadap kepemimpinannya. Berkaitan dengan penolakan yang ia lakukan perihal pendataan Data Masyarakat Miskin Daerah (Damisda) yang diperintahkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Berkenaan hilangnya data SDGs Desa Kepohkidul, terdapat tiga kerugian yang berpotensi timbul. Pertama, karena SDGs adalah data vital, maka sebagai Kades, pihaknya menjadi kesulitan dalam mengambil kebijakan.

Kedua, ia merasa disudutkan karena seolah-olah Kades menghapus data, atau tidak pernah melaksanakan pemutakhiran data SDGs.

"Ketiga, warga desa kami tidak bisa mendapatkan hak sebagai penerima manfaat berbagai bantuan sosial," tandasnya.

Akibat adanya potensi kerugian tersebut, Kades Samudi berencana mengambil langkah dengan membuat laporan per surat kepada Pemkab Bojonegoro.

"Kami pertanyakan hilangnya data ini. Siapa yang seharusnya bertanggung jawab. Karena kami sudah cek, kejadian ini hanya menimpa Kepohkidul," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kedungadem, Agus Susetyo Hardiyanto, belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan. Dihubungi via telepon hanya terdengar nada dering tetapi tidak diangkat. Begitu pula pesan WhatsApp yang dikirim SuaraBanyuurip tidak mendapat balasan.(fin)

Kredit

Bagikan