100 Persen Didukung DPAC, Sukur Berpeluang Pimpin Kembali Demokrat Bojonegoro

user
samian 23 Mei 2022, 18:51 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Juhari

Bojonegoro - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, H. Sukur Priyanto berpeluang lagi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro periode 2022-2027.

Peluang memimpin kembali Partai Demokrat Bojonegoro ini lantaran telah mengantongi 100 persen dukungan dari Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Bojonegoro.

Ketua Steering Committee Musyawarah Cabang (SC Muscab) DPC Partai Demokrat Bojonegoro, Muhammad Hanafi, SH., MH., mengatakan, bahwa berkas pendaftaran calon Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro telah diserahkan oleh H. Sukur Priyanto kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat di Surabaya.

"Dari pembukaan pendaftaran bakal calon, mulai 17 hingga 20 Mei ditutup hanya ada Pak Sukur sebagai bakal calon tunggal Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (23/05/2022).

Dengan demikian, lanjut pria yang juga advokat ini, Sukur Priyanto berpeluang menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro secara aklamasi. Selain itu, syarat minimal untuk pencalonan ketua partai yaitu mendapat dukungan sebesar 20 persen DPAC bahkan dilampau oleh Sukur.

"Pak Sukur mendapat dukungan 27 dari 28 DPAC di Bojonegoro. Satu DPAC sebetulnya juga mendukung tetapi terkendala administrasi, sehingga bisa dikatakan 100 persen DPAC mendukung Pak Sukur," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Badan Pembinaan Organisasi dan Kaderisasi (BPOK) DPD Partai Demokrat Jatim, Muhammad Saifuddin membenarkan, bahwa berkas pendaftaran dari DPC Partai Demokrat Bojonegoro telah diterima dan dinyatakan lengkap pada Jumat (20/05/2022) lalu.

Setelah mendaftar, pendaftar disebut sebagai bakal calon. Kemudian dilanjutkan verifikasi faktual untuk validasi terhadap dukungan DPAC. Setelah lolos baru ditetapkan sebagai calon. Baru kemudian diadakan Muscab 27 Mei 2022 mendatang.

"Kalau calon itu tunggal nanti DPP yang akan memutuskan untuk di SK-kan. Dan tidak diperlukan penyampaian fit and proper test. Namun tetap menyampaikan visi misi pada saat Muscab baik secara tertulis maupun lisan," jelasnya.(fin)

Kredit

Bagikan