Dorong Pertumbuhan Minat Baca, Pecel Pustaka Hadir di Masyarakat

user
samian 17 Mei 2022, 19:40 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro -  Di jaman serba digital seperti sekarang, sentuhan terkait buku ditengarai sangat minim dan semakin jarang orang gemar membaca. Bisa jadi karena fasilitas buku yang kurang atau memang tidak mempunyai buku untuk dibaca.

Turunnya minat baca tersebut mengundang rasa keprihatinan Achmad Agung Ferrianto. Keprihatinan pemuda asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu diwujudkan dengan membuat perpustakaan keliling yang dipadu dengan jualan nasi pecel.

Lajang kelahiran 21 Oktober 1994 ini beralasan, memilih menjual nasi pecel karena merupakan makanan yang sangat digemari oleh kalangan masyarakat sebagai menu sarapan di pagi hari. Sehingga dinilai efektif untuk menarik minat pembaca saat sedang sarapan.

"Pecel Pustaka hadir ke masyarakat untuk memfasilitasi masyarakat yang suka membaca buku, sekaligus mendorong pertumbuhan minat baca," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (17/05/2022).

Pemilik zodiak Libra ini mempersilakan masyarakat membaca buku terlebih dahulu sebelum sarapan pecel ataupun masyarakat bisa membaca buku setelah menyantap sarapan.

"Lumayan, setiap hari ada pembaca 20 sampai 50an orang. Ada yang hanya datang sekedar baca. Ada juga yang baca sekalian sarapan," bebernya.

Semua kalangan usia disebutnya menjadi pengunjung perpustakaan kelilingnya. Meski dikatakan rata-rata yang membaca dari kalangan anak-anak muda. Sesekali ada juga pembaca dari kalangan lansia. Terpikat membaca buku-buku yang tersedia. Mulai dari buku anak-anak, novel, buku fiksi, pengetahuan umum, dan majalah.

"Hitung-hitung Pecel Pustaka ini untuk latihan menerapkan literasi finansial," ujar pemuda lulusan Universitas Trunojoyo Madura ini.

Pecel Pustaka yang setiap pagi buka di Jalan Veteran depan RSUD Sosodoro ini juga digunakan memfasilitasi masyarakat yang ingin menyumbangkan bukunya untuk disalurkan kembali menjadi isi perpustakaan di sekolahan, TPQ, yayasan maupun di pedesaan.

Buku yang terkumpul akan disalurkan melalui komunitas B-Sunsa Bojonegoro yang memang berfokus mengumpulkan buku dan menyalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu terdapat juga lapak baca untuk mengajak masyarakat gemar membaca.

"Memang tidak mudah untuk melakukan hal ini (mengajak masyarakat gemar membaca), namun bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dimulai dari melakukan hal kecil terlebih dahulu. Pecel Pustaka ini salah satunya," ungkapnya.

Disinggung peringatan Hari Buku Nasional, pendongeng cerita anak ini berharap, makin banyak bermunculan generasi muda yang semakin peduli dunia literasi. Ia menandaskan, untuk memunculkan kepedulian itu, bisa diawali dari lingkungan sekitar yang paling dekat.

"Biar anak-anak juga gemar membaca buku, mendapatkan ilmu yang dibutuhkan dan bermanfaat. Selamat Hari Buku Nasional 17 Mei 2022," pungkasnya.(fin)

Kredit

Bagikan