Pemkab Bojonegoro Siapkan 5 Program Tambahan Bagi Warga Tidak Mampu

user
nugroho 05 Oktober 2021, 22:02 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur telah menyiapkan lima program tambahan untuk masyarakat tidak mampu pada tahun 2022.  Yakni penuntasan Penyuluhan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), membantu sambungan listrik 450 watt, air bersih, penyelesaian Aladin (atap, lantai dan dinding), dan pinjaman tanpa bunga bagi usaha mikro dan ultra mikro.

"Saya minta tolong kades di Kalitidu untuk mendata warganya yang membutuhkan. Di Kalitidu kami tuntaskan RTLH di 2022," tutur Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah saat Sambang Desa di Dusun Srumap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Selasa (5/10/2021).

Sementara rencana kelima, menganggarkan bantuan subsidi bunga melalui BPR Bojonegoro. Dengan target Rp50 miliar tersalurkan untuk warga yang memiliki usaha mikro dan ultra mikro.

"Bagi masyarakat tidak mampu punya usaha kecil-kecilan, kami akan memberikan subsidi. Untuk kreditnya masih dibicarakan dengan pihak BPR. Jadi tidak pakai bunga, yang penting menjalankan angsuran tiap bulan. Seperti pedagang pentol atau bakul rengkek," tutur Bu Anna.

Program tambahan di 2022 ini bersinergi dengan terpilihnya Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu pilot project pengentasan kemiskinan ektrem.

"Di 2022, pengusaha-pengusaha kecil ultra mikro, silakan bersinergi dengan Pak Kades. Di akomodir sehingga tanpa bunga. Itu tadi lima program tambahan di 2022," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Retno Wulandari menyampaikan, Kecamatan Kalitidu adalah salah satu prioritas Bupati dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur.

"Tidak hanya infrastruktur jalan-jalan poros kabupaten di sekitar Kalitidu, tetapi juga infrastruktur desa akan kami tuntaskan. Di antaranya juga sudah tuntas tahun ini dan juga dalam pengerjaan tahun ini," sambung Retno.

Di 2021, lanjut dia, ada 12 desa dari 18 desa di Kecamatan Kalitidu mendapatkan Bantuan Keuangan Desa (BKD). Sedangkan sisanya 6 Desa secara bergantian akan mendapatkan di tahun 2022.

"Sebab BKD-nya agak mundur," ucap Retno.(rilis)

Credits

Bagikan