Komisi C Desak Dinas Pendidikan Bojonegoro Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

user
nugroho 04 September 2020, 13:20 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak Dinas Kesehatan setempat segera menerapkan belajar tatap muka bagi lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP di wilayahnya. Dengan catatan, sekolah-sekolah harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona atau Covid-19.

Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Maftukhan menyampaikan, pendidikan daring yang dilakukan selama ini tidak efektif bagi proses belajar mengajar dan tumbuh kembang anak didik. Sebab, tidak semua orang tua maupun siswa memiliki handphone android. Selain itu, ada daerah yang menjadi blank spot-tidak tersentuh atau tercover sinyal komunikasi.

"Banyak orang tua yang mengeluh kepada kami dengan sistem pembelajaran daring. Mereka menginginkan agar kembali dilaksanakan belajar tatap muka," ungkap politisi Partai Gerinda itu usai mengikuti rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi atas raperda tentang Perubahan APBD 2020, Jumat (4/9/2020).

Menurut Maftukhan, lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP di Bojonegoro dapat melaksanakan belajar tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari mewajibkan peserta didik cucitangan, memakai masker, mengatur jarak.

"Selain itu proses belajar bisa dilaksanakan secara gelombang dengan batasan waktu maksimal 2 sampai 4 jam. Tidak ada istirahat untuk menghindari kerumanan," terang wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) V meliputi Kecamatan Gayam, Purwosari, Ngasem, Kalitidu, Malo, Padangan, Kasiman, dan Kedewan itu.

Untuk memulai pembelajaran tatap muka ini, lanjut Maftukhan, ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan Dinas Pendidikan. Yakni penetapan standar operasional prosedur (SOP), simulasi dan sosialisasi SOP, dan uji coba selesai penerapan simulasi.

"Selain itu harus dilakukan evaluasi berkala untuk mengetahui SOP itu bener-benar dijalankan," tegas lulusan S1 Komunikasi Unair itu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Dandi Suorayitno menyampaikan, belum bisa memastikan kapan pendidikan tatap muka akan diterapkan. Namun ia memastikan, kegiatan belajar tetap berjalan dengan sistem daring maupun luring.

"Kita belum bisa pastikan. Semua masih kita kaji resiko-resikonya. Sebab yang menjadi perhatian utama kami adalah keselamatan anak didik dan guru," pungkasnya dikonfirmasi terpisah.(suko)

Kredit

Bagikan