Bengawan Solo Tercemar, DPRD Blora Desak Pemprov Ambil Tindakan

user
nugroho 02 Juli 2020, 21:17 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Jawa Tengah, menyayangkan sering terjadinya pencemaran di Sungai Bengawan Solo. Air dari Bengawan Solo menjadi salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Blora.

"Kami minta pemerintah pusat mapun provinsi segera melakukan pengecekan Bengawan Solo yang tercemar. Karena ini akan berdampak bagi masyarakat Blora terlebih ini sudah memasuki musim kemarau,” tegas Anggota Komisi C DPRD Blora, Warsit, Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan, air Bengawan Solo saat ini digunakan PDAM Blora sebagai air baku untuk diolah yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

"PDAM Blora ini memiliki pelanggan sekitar 11 ribu pelanggan. Jika air Bengawan Solo tercemar tentu aliran akan berhenti. Seperti tahun kemarin, airnya berubah menjadi hitam dan dipakai mandi terasa gatal. Padahal air sudah di olah oleh PDAM," tandasnya.

Warsit mengungkapkan, pencemaran air Sungai Bengawan Solo sering terjadi. Bahkan pencemaran ini sudah terjadi sejak tahun 2000 an.

“Ini pasti dari limbah tekstil yang berada di Solo. Tentu sangat disayangkan. Jika tidak segera dihentikan tentu ikan-ikan yang ada di Bengawan Solo banyak yang mati," tegasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Blora, Yan Ria Pramono, mengaku hari ini air masih bisa diolah dan dialirkan kepada masyarakat.

Pihaknya juga sudah mempersiapkan bahan kimia baru untuk menghapi hal itu.

"Mudah-mudahan kita bisa atasi," pungkasnya.(ams)

Kredit

Bagikan