Refleksi Akhir Tahun, Bupati Anna : Kemiskinan Bojonegoro Turun 0,78 persen

user
nugroho 30 Desember 2019, 19:04 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, merilis capaian pembangunan di berbagai sektor sepanjang tahun 2019. Persentase penduduk miskin mengalami tren penurunan, namun masih lebih besar daripada angka provinsi dan nasional.

"Dibanding tahun 2018, mengalami penurunan 0,78 persen," kata Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah saat pemaparan refleksi akhir tahun di Pendapa Malowopati, Senin (31/12/2019).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2014 adalah 15,48 persen, Provinsi Jawa Timur, 12,28 persen, dan Nasional 10,96 persen.

Kemudian naik di tahun 2015 menjadi sebesar 15,71 persen, Provinsi Jawa Timur 12,34 persen, dan Nasional 11,22 persen.

Sementara Tahun 2016, mengalami penurunan yakni 14,6 persen, Provinsi Jawa Timur, 12,05 persen, dan Nasional 10,86 persen.  Tahun 2017, kembali meningkat sebesar 14,34 persen, Provinsi Jawa Timur, 11,77 persen, dan Nasional 10,65 persen.

Sedangkan pada tahun 2018 menurun lagi 13,16 persen, Provinsi Jawa Timur 10,98 persen, dan Nasional 9,82 persen.  Persentase penduduk miskin di Kabupaten kembali mengalami penurunan, yakni 12,38 persen sementara Provinsi Jawa Timur, 10,37 persen.

Menurut Bupati Anna, kemiskinan Bojonegoro didominasi oleh penduduk di wilayah pedesaan. Sebagain besar bermata pencaharian petani.

"Sebagian orang miskin merupakan tamatan SD ada juga yang tidak tamat SD," lanjutnya.

Diungkapkan, faktor penduduk miskin usia produktif sebagian dikarenakan tidak bekerja. Selain itu belum optimalnya pemberdayaan ekonomi mikro dan kecil.

"Penduduk miskin dan rentan miskin minim mendapatkan akses permodalan dan pasar," imbuhnya.

Berbagai program perlindungan sosial telah diberikan Pemkab Bojonegoro untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah.

"Masyarakat miskin perlu dinaikkan kemampuan daya belinya," pungkasnya.(rien)

Kredit

Bagikan