Tinggal 15 Hari Kerja, Serapan APBD Bojonegoro Baru 48 Persen

user
rozaqy 13 Desember 2019, 22:15 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pesimis jika Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mampu menyerap anggaran hingga 80 persen.

"Ini saja sudah tinggal 15 hari kerja, belum ada 50 persen penyerapan APBD nya," kata anggota Badan Anggaran Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Lasuri, Jumat (13/12/2019).

Menurutnya, Pemkab Bojonegoro hanya mampu menyerap hingga 60 persen saja dari total anggaran Rp7,1 triliun. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melakukan monitoring mana saja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak mampu menyerap maksimal.

"Nanti kita panggil, semua OPD yang serapannya kurang. Kita tanya, kendalanya dimana saja," tukas pria yang juga menjadi anggota di Komisi B ini.

Lasuri mengungkapkan, salah satu program yang seharusnya bisa direalisasikan Pemkab Bojonegoro adalah di Dinas Pertanian berupa program Kartu Petani Mandiri (KPM). Karenna, awalnya yang hanya dipasang Rp15 miliar meminta kenaikan anggaran hingga Rp45 miliar.

"Ini kita akan tanya juga Dinas Pertaniannya," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah,  Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro, optimis serapan anggaran bisa sampai 80 persen hingga akhir bulan ini.

"Kita sekarang serapan anggaran sudah 48 persen," ujar  Plt Kepala BPKAD, Luluk Alifah, Jumat (13/12/2019).

Kredit

Bagikan