BRB : Penebangan Pohon Rampas Hak Pengguna Jalan

user
Sasongko 30 Agustus 2022, 19:18 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Lembaga Non Pemerintah atau Non Government Organization (NGO), Barisan Rakyat Bojonegoro (BRB) mengkritisi perihal pohon peneduh yang ditebang. Hal itu dikatakan merampas hak pengguna jalan.

"Menilik pemotongan pohon- pohon peneduh di Bojonegoro ada hak penguna jalan untuk mendapatkan keteduhan dan kenyamanan yang juga diambil," kata Ketua BRB, Yulianto kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (30/08/2022).

Selain itu, dikatakan juga terdapat kepentingan para pedagang asongan, tukang ojek, serta tukang becak yang mangkal di sepanjang jalan yang kemudian harus dipindahkan dan relokasi. Belum lagi kenyamanan para pemilik rumah atau pemilik toko yang lahan bagiannya harus disediakan untuk pembangunan gorong-gorong.

Sejumlah petugas saat melakukan penebangan pohon peneduh.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro harus memberikan kejelasan arah pembangunan saat ini. Atas nama Barisan Rakyat Bojonegoro, ia mengaku merasa perlu mengkritik keberadaan kegiatan mengatasnamakan pembangunan yang dinilainya tidak pro rakyat karena bersifat top down.

"Pahamkan kami apa rencana dan bagaimana masyarakat di penuhi kebutuhan sosial dan jaminan hidup usaha ekonomi mereka. Bila kebijakan semaunya maka rakyat bisa melawan sekuatnya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hanafi, melalui Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau, Muhayanah menjelaskan, bahwa penebangan pohon peneduh dilakukan karena ada proyek drainase atau saluran air di seputar kota.

"Untuk pohon peneduh pengganti, menyesuaikan dengan pohon yang sudah ada," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas PKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Iwan Maulana mengatakan, ada 12 titik drainase dan trotoar di sekitar jalan Kota Bojonegoro yang mulai dibangun. Rencana pembangunan ditargetkan selesai Desember 2022 mendatang.

Disebutkan, pengerjaan proyek drainase dan trotoar ini tentu akan memakan waktu cukup lama. Sebab selain sosialisasi kepada masyarakat, juga menunggu selesainya penebangan pohon peneduh hingga pembongkaran trotoar.

"Pengerjaan drainase dan trotoar ini menggunakan APBD tahun 2022 dengan total anggaran sebesar Rp153 miliar," katanya.(fin)

Credits

Bagikan