Mendes PDTT : Dana Desa Berhasil Percepat Pembangunan Desa

user
Sasongko 04 Oktober 2022, 06:42 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Jakarta - Program Dana Desa (DD) yang digulirkan pemerintah sejak tahun 2015 hingga saat ini telah berhasil mempercepat pembangunan desa. Hal tersebut diungkapkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar.

"Tersalurkannya Dana Desa secara langsung telah meningkatkan sumber pendapatan Alokasi Dana Desa (ADD) bagi desa," kata Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, dikutip dari laman kemendesa.

Dijelaskan bahwa, sumber pendapatan ADD ada tujuh, yaitu Pendapatan Asli Desa (PADes), bagi hasil pajak dan retribusi daerah, DD, ADD, Bantuan Keuangan Daerah, hibah dan sumbangan tidak mengikat.

"DD turut meningkatkan sumber pendapatan ADD. Dari Rp10 triliun tahun 2014 menjadi Rp35 triliun pada tahun 2022," kata Gus Halim sapaan akrabnya.

Pada aspek pembangunan prasarana penunjang aktivitas ekonomi masyarakat, Gus Halim juga menyampaikan, hingga 16 September 2022, DD telah digunakan membangun jalan desa sepanjang 316.590 Kilometer, jembatan sepanjang 1.597.529 meter, pasar desa sebanyak 12.297 unit, tambatan perahu 7.435 Unit, embung 5.430 unit, irigasi sebanyak 501.054 unit, penahanan tanah 213.248 unit dan pembiayaan BUMDesa sebanyak 42.300 kegiatan.

Tak hanya itu, Dana Desa juga telah digunakan membangun fasilitas meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Seperti sarana olah raga sebanyak 65.594 unit, fasilitas air bersih 1.474.544 unit, pembangunan MCK 444.374 unit, Polindes 14.455 unit, Drainase sepanjang 45.775.443 meter, pembiayaan PAUD 66.678 kegiatan, pembangunan Posyandu 42.357 unit dan sumur 126.681 unit.

Terkait status desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), Dana Desa juga berkontribusi signifikan. Diantaranya, Dana Desa telah berhasil mengurangi 8.471 Desa Sangat Tertinggal, dari 13.453 desa menjadi 4.982 desa. Kemudian, Desa Tertinggal berkurang 24.008 desa, dari 33.592 desa menjadi 9.584 desa.

Sedangkan Desa Berkembang bertambah 11.020 desa, dari 22.882 desa menjadi 33.902 desa. Desa Maju bertambah 16.641 desa, dari 3.608 desa menjadi 20.249 desa. Sementara Desa Mandiri bertambah 6.064 desa, dari 174 desa menjadi 6.238 desa.

"Status perkembangan desa menurut Indeks Desa Membangun menjadi salah satu basis pengalokasian DD," urainya.

Desa Mandiri akan mendapat perhatian lebih untuk menjawab keraguan pemerintah desa yang cenderung tidak mau mandiri karena khawatir dana desanya turun. Padahal Desa Mandiri pembahasannya adalah tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Hal ini bukan hal mudah hingga bantuannya semakin besar. Hal ini jauh lebih kompleks daripada infrastruktur, pembangunan secara fisik,” tandasnya.

Gus Halim juga mengapresiasi kepada kepala daerah yang berhasil meningkatkan status IDM desa di wilayahnya. Diantaranya, bakti desa tanpa tertinggal dan sangat tertinggal, selanjutnya bakti desa madya yang seluruh desanya menjadi maju dan mandiri, dan bakti desa utama yaitu daerah yang isinya hanya desa maju dan mandiri.

"Kami juga berikan apresiasi kepada kepala daerah yang berhasil menyelesaikan daerahnya tanpa desa tertinggal menjadi maju bahkan mandiri," kata Gus Halim.

Gus Halim menyatakan, Dana Desa juga berhasil meningkatkan minat desa untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) guna menggerakkan ekonomi warga dan menambah PADes.

“Status badan hukum publik bagi BUMDesa yang ditetapkan dalam UU Cipta Kerja menggairahkan pembentukan BUMDesa pada 2021. Hingga saat ini, Jumlah BUMDesa telah mencapai 60.417,” imbuhnya.

Dengan tingkat yang selalu lebih rendah, desa menjadi penyangga tingkat pengangguran terbuka nasional. Pasalnya, sejak penyaluran DD, tingkat pengangguran terbuka semakin turun.

"Kebijakan padat karya tunai desa (PKTD) menahan laju naiknya tingkat pengangguran terbuka di desa lebih rendah (naik 0,25%) daripada kota (naik 2,03%) sepanjang pandemi Covid-19," kata Gus Halim.

Disamping itu, sepanjang penyaluran DD 2015-2021, pendapatan warga desa meningkat 70 persen, dari Rp572.586 per kapita per bulan menjadi Rp 971.445 per kapita per bulan. Optimalisasi swakelola dalam penggunaan DD, serta revitalisasi BUMDesa, akan meningkatkan pendapatan warga desa dimasa depan.

"Faktanya, sejak penyaluran DD, kemiskinan di desa turun dari 14,21 persen pada 2015 menjadi 12,29% pada 2022," katanya.

Kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD 2020- 2021 menurunkan kemiskinan di desa (turun 0,32 persen) daripada di kota yang naik (0,91 persen) sepanjang pandemi Covid-19.(sam)

Kredit

Bagikan