Pelaku Sosmed Sinau Jurnalisme Warganet

user
Sasongko 22 Oktober 2022, 18:39 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban - Organisasi para jurnalis di Kabupaten Tuban, Jatim, Ronggolawe Press Solidarity (RPS), menggelar kegiatan jurnalistik bertajuk Sinau Jurnalisme Warganet, Sabtu-Minggu (22-23/10/2022).

Perhelatan membahas pernik kinerja jurnalistik itu, organisasi pelaku media berbadan hukum tersebut menggandeng PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Ghopho Tuban. Pada hari pertama dibedah kerangka teori jurnalisme, kajian metodologis, UU ITE, Etika Jurnalistik, dan kajian Sosial Media (Sosmed) di ruang rapat Komisi 1 DPRD Tuban.

Esoknya pada hari Minggu (23/10/2022), dilanjutnya dengan praktik jurnalisme di lokasi pengelolaan pasca tambang di komplek PT SI di Tuban, area green belt, dan lokasi penerapan teknologi Sistem Alur reklamasi di lokasi bekas tambang. Sebanyak 30 peserta dari pelakon Facebook, Instagram, Tiktok, dan Sosmed lainnya mengikuti kegiatan tersebut.

Acara tersebut dibuka oleh  Ketua DPRD Tuban, HM Miyadi, bersama Senior Manager of Corporate Communication PT Semen Indonesia (SIG) Setiawan Prasetyo, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Tuban.

Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda,  menyatakan, pihaknya berterimakasih kepada SIG karena telah menyupport kegiatan lembaganya bersama netizen se-Kabupaten Tuban tersebut. Begitu pula dengan DPRD Tuban karena telah memfasilitasi kegiatan untuk pelakon Sosmed dari Bumi Ranggalawe di gedung Dewan.

"Saat ini perkembangan dunia maya sangat cepat, namun RPS merasa pengguna Sosmed harus tahu rambu-rambunya agar tidak berdampak pada sanksi hukum," kata Khoirul Huda disela pembukaan kegiatan tersebut di gedung Dewan.

Ia berharap, dilibatkannya para netizen di acara ini pegiat Sosmed mampu memproduksi konten positif, dan ikut serta menangkal penyebaran berita hoaks.

Meskipun para netizen tidak memiliki kewajiban mengkonfirmasi, namun isi konten tentunya menjadi tanggung jawab pembuatnya. Oleh karena itu, momen kali ini dimanfaatkan menjadi ajang diskusi supaya jurnalis, dan netizen dapat memahami cara kerja dan koridor kinerja masing-masing.

Sementara itu, Setiawan Prasetyo menilai, sinau bareng warganet ini luar biasa di tengah derasnya seliweran arus informasi. Kata Sinau maknanya sangat dalam, meskipun terkesan sepele.

"Jika tidak hati-hati maka setiap konten yang diposting di Sosmed, bisa menjadi bumerang bagi pemiliknya. Sama halnya dengan jurnalis, yang cara kerjanya mengacu UU 40 tahun 1999, dan kode etik jurnalistik," kata Setiawan Prasetyo.

Kolaborasi kegiatan antara SIG dan RPS tersebut, diharapkan menambah wawasan dan pengetahuan kepada netizen. Selain itu, saat peserta di lapangan dapat melihat langsung bagaimana SIG mampu mengelola lahan pasca tambang, dan mengelolanya menjadi lahan produktif bersama warga sekitar.

"Besok silakan melihat kawasan lahan pisang canvendis, kayu putih, dan petani green Belt. Ada juga komunitas kambing, ayam, lele dan pengolahan limbah. Selain itu, sistem alur diterapkan SIG di lahan pasca tambang," papar pejabat SIG yang dikenal ramah itu.

Sedangkan HM Miyadi menyatakan, pihaknya meminta para netizen untuk mengkritik kinerja DPRD. Pers memiliki peran untuk mempublikasikan seluruh kinerja dewan, sedangkan netizen berkepentingan mengemas, dan menyajikan untuk publik di Sosmed-nya.

"Netizen memiliki kekuatan yang tidak dimiliki pers, semuanya punya kelebihan dan diharapkan dapat berkolaborasi untuk membangun Tuban ramah digital. Kami senang bisa bertemu langsung dengan netizen," beber politisi senior dari PKB Tuban tersebut.

Dalam acara tersebut, para netizen diperkuat wawasannya dengan beberapa materi. Mulai literasi digital disampaikan Sri Wiyono Pemred blokTuban.com, jurnalistik disampaikan Teguh Budi Utomo Pemred Suarabanyuurip.com, dan periksa fakta oleh Edy Purnomo GM blokTuban.com. (tbu)

Kredit

Bagikan