Butuh Instalatir Kompeten, 800 Orang Diberi Pelatihan dan Sertifikasi Gratis

user
Sasongko 27 Oktober 2022, 19:30 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Jakarta - Guna mencapai jumlah kebutuhan instalatir yang kompeten dan badan usaha yang memiliki legalitas perizinan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menyelenggarakan Program Sertifikasi Kompetensi Rakyat (PROSERAT).

Program tersebut sebagai bentuk komitmen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memenuhi kebutuhan tenaga instalatir listrik yang berkompeten untuk memastikan aspek keselamatan ketenagalistrikan.

Pada Tahun 2022 ini Program PROSERAT membantu pembiayaan sertifikasi kompetensi tenaga teknik secara gratis kepada 800 orang melalui APBN Kementerian ESDM.

"PROSERAT merupakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi untuk instalatir level 2 dengan sasaran peserta para tukang batu, tukang bangunan, masyarakat yang selama ini memasang instalasi tenaga listrik di rumah-rumah tanpa memiliki sertifikat kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan," kata Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan M.P. Dwinugroho dikutip dari laman Kementerian ESDM.

Menurut Nugroho, PROSERAT juga diberikan kepada calon tenaga kerja yang akan bekerja pada badan usaha jasa pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik sebagai instalatir di wilayah domisilinya.

Sebanyak 800 peserta yang ditargetkan tahun ini meliputi Provinsi Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Program Proserat ini bertujuan mengurangi pemasangan instalasi listrik tegangan rendah yang dipasang oleh instalatir tidak kompeten dan badan usaha tidak berizin, dipasang oleh tukang batu/tukang bangunan yang belum memiliki sertifikat kompetensi.

"Pemasangan instalasi oleh tenaga yang tidak kompeten tersebut mengakibatkan kualitas hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan standar dan berpotensi membahayakan bagi manusia maupun instalasi tenaga listrik itu sendiri," ujar Nugroho.

Diharapkan program ini dapat meningkatkan kompetensi dari para calon tenaga teknik ketenagalistrikan, khususnya tenaga instalatir instalasi tenaga listrik tegangan rendah.

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral Batu Bara (PPSDM Geominerba) dan PPSDM KEBTKE sebagai penyelengara pelatihan program PROSERAT melalui APBN Tahun ini. Penyelenggaraan pelatihan/diklat akan dilaksanakan secara luring selama 1 hari.

"Sedangkan untuk uji kompetensinya dilaksanakan hybrid, luring dan daring," tandasnya.

Untuk tahun 2022, PPSDM GEOMINERBA akan melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi di empat provinsi. Yakni Jawa Barat, Banten, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dengan total target peserta 500 orang. Sedangkan PPSDM KEBTKE akan melaksanakan pelatihan dan uji kompetensi di dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Sumatera Utara dengan total target peserta 300 orang.(sam)

Kredit

Bagikan