Tiga BUMN dapat Suntikan Modal, Totalnya Mencapai Rp17,48 Triliun

user
Nugroho 02 November 2022, 10:41 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Sebanyak tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat suntikan dana segar. Totalnya mencapai Rp17,48 triliun.

Pemberian penyertaan modal negara (PMN) Rp 17,48 triliun itu telah disetujui Komisi VI DPR RI saat membacakan kesimpulan Rapat Kerja dengan Wakil Menteri BUMN II di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (1/11/2022) kemarin.

Sejumlah BUMN yang mendapat tambahan PMN adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Bank Tabungan Negara (BTN), dan PT Garuda Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima merinci tambahan PMN untuk BUMN yang berasal dari cadangan investasi tahun 2022. Untuk PT Hutama Karya (Persero) mendapat tambahan PNM sebesar Rp7,5 triliun.

"Tambahan PMN ini untuk penugasan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera atau JTTS," kata Aria.

PMN untuk PT Bank Tabungan Negara (BTN), lanjut dia, disetujui sebesar Rp2,48 triliun untuk penambahan struktur permodalan. Sedangkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk disetujui tambahan PMN sebesar Rp7,5 triliun.

Aria menjelaskan tambahan PMN untuk PT Garuda Indonesia ini untuk restorasi pesawat dan modal kerja post-PKPU sesuai dengan rekomendasi Panja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI DPR RI dan hasil Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN RI.

"Kami meminta agar PT Garuda Indonesia dan anak perusahaannya dapat segera melunasi hutang-hutangnya kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan nilai Rp250 juta ke bawah paling lambat 31 Desember 2022," tegasnya.

Sementara PMN untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) yang diusulkan sebesar Rp3,2 triliun, tambah dia, Komisi VI akan melakukan pendalaman lebih lanjut. Usulan PMN ini untuk alokasi pemenuhan setoran modal porsi Indonesia untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB),

"Kita akan lakukan pendalaman lebih lanjut kepada PT KAI (Persero) dan PT KCIC," pungkasnya dikutip dari parlementaria.

Menteri BUMN Erick Thohir mengucapkan terima kasih atas disetujuinya penambahan PNM untuk tiga BUMN oleh Komisi VI DPR RI. Dia menegaskan, tambahan PMN tersebut akan dapat dipertanggungjawabkan seiring dengan semakin baiknya kinerja perusahaan BUMN.

Eric memperkirakan capaian dividen tahun 2022 dapat mencapai Rp 40 triliun. Angka tersebut akan naik pada tahun-tahun berikutnya.

"Target dividen BUMN pada 2023 mendatang sebesar Rp 43,3 triliun," pungkasnya.(suko)

Kredit

Bagikan