Dua Oknum Panwascam Diduga Anggota Parpol Undur Diri

user
Nugroho 03 November 2022, 22:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Dua anggota Panwascam (Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan) yang diduga terdaftar anggota partai politik (Parpol) dikabarkan telah mengundurkan diri. Kedua oknum tersebut mengundurkan diri secara per surat kepada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (02/11/2022) kemarin.

Ketua Pokja (Kelompok Kerja) Adhoc Rekrutmen Anggota Panwascam Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Mohammad Alfianto mengumumkan adanya surat pengunduran diri dua anggota panwascam setelah adanya informasi mereka terdaftar sebagai anggota Parpol.

"Kami menerima surat pengunduran diri pada 2 November 2022, sekitar pukul 08.30 WIB dari Panwascam Kecamatan Malo berinisial I. Kemudian, pada pukul 14.00 WIB kami menerima surat pengunduran diri dari panwascam Kecamatan Ngasem dengan inisial NH," katanya dalam siaran pers yang dikutip SuaraBanyuurip.com, Kamis (03/11/2022).

Dijelaskan, bahwa sesuai peraturan Bawaslu Nomor 19 tahun 2017 dan nomor 8 tahun 2019, terhadap dua surat pengunduran diri tersebut maka Bawaslu akan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

"Adapun pengganti keduanya adalah peserta dengan peringkat keempat dari 6 peserta tes wawancara hasil penilaian saat proses seleksi di kecamatan masing-masing," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Alfian ini melanjutkan, bahwa pihaknya telah mengundang Heli Supangat untuk memberikan klarifikasi atas pernyataan yang dikemukakannya sebagai narasumber di media massa. Heli Supangat diundang pada tanggal 2 November 2022 namun berhalangan hadir.

Baru kemudian pada 3 November 2022, mantan peserta seleksi calon Panwascam ini dapat hadir dan memberikan informasi tentang dugaan adanya empat anggota Panwascam yang menjadi anggota Partai Politik.

Ditambahkan, infomasi yang disampaikan Heli di media massa menyebut adanya 2 orang Panwascam terdapat dalam Sistem Informasi Politik (Sipol) di KPU dan dua orang terdapat dalam DCT Daftar Calon Tetap (DCT) calon anggota DPRD Kabupaten Pemilu tahun 2019.

"Kesimpulan sementara kami ada kecocokan data antara keterangan dari saudara Heli Supangat dengan DCT dimaksud. Terhadap dua nama tersebut dalam DCT akan kami panggil untuk klarifikasi, namun urung dilakukan karena keduanya telah mengundurkan diri," tambahnya.

Atas terjadinya peristiwa tersebut Bawaslu Bojonegoro akan memanggil dan meminta keterangan KPU Bojonegoro untuk memastikan nama-nama Panwascam yang terdapat dalam SIPOL tersebut dicatut atau benar menjadi bagian dari partai politik. Jika terbukti menjadi anggota partai politik maka akan diberhentikan atau berhenti.

"Bawaslu Bojonegoro berterima kasih kepada masyarakat yang turut berperan aktif dalam memberi masukan. Ini sebagai tanda berjalannya pengawasan partisipatif di Bojonegoro," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Heli Supangat membenarkan telah memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi kepada Bawaslu Kabupaten, Bojonegoro. Atas temuan yang disampaikan, dia berharap ada tindak lanjut dari Bawaslu.

"Karena kan berarti ada keterangan palsu yang diberikan ke Bawaslu. Harapan saya Bawaslu Bojonegoro tidak hanya memberhentikan oknum Panwascam dimaksud. Tetapi dilanjutkan dengan melimpahkan perkara ini ke aparat penegak hukum," harapnya.(fin)

Kredit

Bagikan