Gelaran Night Colour Fun Walk Tuban Sisakan Kerusakan Lingkungan

user
Sasongko 06 November 2022, 17:40 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban - Pesta Night Colour Fun Walk di kawasan Patung Letda Sucipto di depan gedung DPRD Tuban, Jatim hari Sabtu (5/11/2022) malam menyisakan kerusakan lingkungan di kawasan setempat.

Taman yang sebelumnya indah sebagai pelengkap megahnya patung di sekitar lokasi kini hancur berantakan. Demikian pula dengan fasilitas pendukung keindahan lingkungan di perempatan Jalan Letda Sucipto, Jalan Sunan Kalijaga, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Wahidin Sudiro Husodo.

Acara yang dihelat dari arah timur ke barat sepanjang Jalan Basuki Rahmat menembus Jalan Sunan Kalijaga, itu kabarnya bakal didatangi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Akan tetapi mantan anggota kabinet di era pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid dan Joko Widodo itu, tak hadir di pesta yang dihibur kelompok band tersebut.

Dalam rilis yang diunggah di grup media sosial, Ketua DPRD Tuban H Miyadi menyatakan, prihatin terhadap kegiatan di lokasi tidak tepat, dan dirusaknya dan atau rusaknya fasilitas umum yang ada di sekitar lokasi.

"(Kami) prihatin karena agenda ini menelan biaya yang tidak sedikit, dan sebetulnya anggaran dari CSR (Corporate Social Responsibility) Bank Jatim mestinya dapat digunakan hal-hal yang bermanfaat untuk upaya pengurangan kemiskinan," kata Miyadi dalam rilisnya, Minggu (6/11/2022).

Salah satu sudut komplek Patung Letda Sucipto di depan gedung DPRD Tuban yang berantakan setelah kegiatan Night Colour Fun Walk, Sabtu (5/11/2022) malam. (Suarabanyuurip.com/ist)
© 2022 suarabanyuurip.com/Suarabanyuurip.com/ist

Dia katakan, pihaknya juga prihatin lantaran hanya dengan kegiatan tersebut mengorbankan tagline "Tuban Bumi Wali" yang ada di kawasan tersebut dirusak dan dicopot. Tagline beraroma religi itu semula terpasang di taman sekitar patung Letda Sucipto, jika malam nyala oleh aliran listrik.

"Dengan adanya kerusakan fasilitas umum di lokasi sekitar itu, kami minta Bank Jatim untuk bertanggung jawab," ujar Miyadi.

Ditegaskan pula, Dewan menolak secara keras jika perbaikan fasilitas umum yang rusak itu dibiayai APBD. "Kalau sampai hal tersebut menggunakan APBD, maka lebih baik APBD tahun 2023 tidak perlu disahkan dulu oleh DPRD," pungkas politisi senior PBK Tuban itu.

Rusaknya taman dan lingkungan di depan Gedung DPRD Tuban tersebut, memantik keprihatinan dari Ketua Komisi I Dewan, Fahmi Fikroni. Komisi, yang diantaranya membidangi pembangunan infrastruktur itu, menyayangkan kegiatan hura-hura yang merusak fasilitas umum di sekitar lokasi.

"Kami akan memanggil pihak Bank Jatim untuk bertanggung jawab memperbaiki seperti semula, jangan sampai menggunakan dana APBD," kata Fahmi Fikroni.

Roni, demikian legislator asal Jenu ini akrap disapa, tak habis mengerti kenapa anggaran CSR yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat dalam bentuk kegiatan ekonomi produktif, namun malah dipergunakan untuk pesta yang berbuntut kerusakan lingkungan.

"Mungkin mereka lupa bahwa Tuban daerah Bumi Wali ini masih termasuk lima kabupaten atau kota termiskin di Jatim, harusnya kan bisa dipakai untuk program pengentasan kemiskinan," kata Roni panjang lebar.

Menurut Roni, di dalam kota Tuban masih ada tempat alternatif selain kawasan Patung Letda Sucipto untuk kegiatan. Yakni, diantaranya, adalah alun-alun, dan Sport Center. Menutup akses jalan sepanjang Jalan Basuki Rahmat hingga Jalan Sunan Kalijaga, sama halnya merugikan masyarakat.

Sayangnya belum diperoleh konfirmasi dari pihak Bank Jatim terkait kegiatan pesta malam hari tersebut. Sedangkan Kepala Dinas Kominfo Tuban, Arif Handoyo, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya pada pukul 16.23 WIB tak memberi tanggapan.

Demikian pula ketika dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp pribadinya pada pukul 16.44 WIB hingga saat berita ini diunggah, juga tak memberi respon. Sekalipun satu berkas file konfirmasi itu telah sampai ke nomor tujuan. (tbu)

Kredit

Bagikan