Gus Muhaimin : Bahagia Kunci Sukses Pembangunan

user
Nugroho 09 November 2022, 20:53 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan kebahagiaan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Menurut Gus Muhaimin, semakin bahagia seseorang atau kelompok, semakin terindikasi sukses.

"Kebahagiaan dulu tidak dipercaya sebagai indikator keberhasilan sebuah pembangunan oleh ilmu sekularistik, tapi sekarang berbalik," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Politisi PKB ini, modal kebahagiaan harus dimiliki semua lapisan masyarakat, baik yang kaya, yang setengah kaya, yang di kota maupun di desa semuanya harus bahagia.

"Selama warga bangsa kita bahagia, saya yakin pembangunan nasional sukses,” tegas Gus Muhaimin.

Ia mengaku bahagia dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 sebesar 5,72% secara tahunan (Year on Year/YOY). Pertumbuhan ekonomi tersebut adalah capaian positif di tengah ancaman resesi global.

"Saya tentu menyambut baik pertumbuhan ekonomi kita sebagaimana dirilis BPS di kuartal III tumbuh 5,72 persen. Ini prestasi kita semua, pemerintah, masyarakat dan semuanya di tengah ancaman resesi global," kata politisi kelahiran Jombang, Jatim tersebut dikutip dari Parlementaria pada Selasa (8/11/2022).

Gus Muhaimin mengingatkan nilai positif perekonomian Indonesia tidak boleh hanya dirasakan oleh kalangan menengah ke atas, namun harus merata di setiap lapisan masyarakat. Ia kembali menegaskan, bahwa indikator sukses pembangunan saat ini bukan hanya dilihat pada nilai positif pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu indikator keberhasilan pembangunan adalah ketika kesejahteraan dan kebahagiaan dinikmati secara merata oleh setiap warga bangsa.

"Yang lebih penting adalah bahwa pertumbuhan ekonomi itu harus berkualitas, menetes ke bawah, dinikmati seluruh lapisan masyarakat, serta mampu mengajak melakukan mobilitas vertikal menikmati setiap nisbah pembangunan. Indikator suksesnya pembangunan itu bukan hanya karena pertumbuhan ekonomi, bukan hanya keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dilihat dari kesejahteraan dan kebahagiaan warganya secara merata," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, menguatnya pemulihan ekonomi ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi Q3 2022 dibandingkan Q2 2022 sebesar 1,8% (qtq). Dengan tingkat pertumbuhan ini, level PDB nasional secara kumulatif sampai dengan triwulan III-2022 berada 6,6% di atas level kumulatif I-III 2019.

“Kita kemarin menyaksikan rilis data PDB kuartal ketiga oleh BPS dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,72% sedikit di atas angka proyeksi Kementerian Keuangan yang sebesar 5,7%. Pencapaian ini mencerminkan terus menguatnya pemulihan ekonomi nasional di tengah peningkatan ketidakpastian prospek ekonomi global,” kata Sri Mulyani dalam pernyataan resminya. .

Pada sisi pengeluaran, lanjut dia, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih relatif tinggi sebesar 5,4% (yoy). Hal ini sejalan dengan beberapa indikator konsumsi masyarakat, termasuk rata-rata Indeks Penjualan Riil yang tumbuh 5,5% pada triwulan III-2022.

Di sisi lain, berbagai langkah pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, serta penguatan program perlindungan sosial untuk memitigasi dampak penyesuaian harga energi, cukup efektif dalam menjaga kesinambungan pemulihan daya beli masyarakat.

"Ini ditunjukkan oleh tingkat inflasi yang relatif terkendali dan tidak setinggi yang diperkirakan sebelumnya," tegasnya.

Sri Mulyani menjelaskan, pada sisi konsumsi Pemerintah masih terkontraksi sebesar 2,9% (yoy), namun tumbuh 11,7% dibandingkan triwulan II-2022. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto pun menguat dari sebelumnya 3,1% di triwulan II menjadi 5,0% di triwulan III (yoy).

Kinerja neraca perdagangan Indonesia juga masih kuat. Ekspor terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, demikian juga impor tumbuh untuk mendukung kebutuhan pasokan produksi dalam negeri. Ekspor secara riil tumbuh 21,6% (yoy) di triwulan III-2022, sementara impor tumbuh 23,0% (yoy).

"Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi didorong oleh pertumbuhan positif seluruh sektor. Hal ini menunjukkan roda perekonomian kembali bergerak hampir merata di semua sektor ekonomi," bebernya.

Pada triwulan III sektor manufaktur tumbuh sebesar 4,8% (yoy), pertumbuhan sektor hilirisasi sumber daya alam tumbuh kuat dengan industri logam dasar yang tercatat tumbuh 20,2%(yoy), serta industri tekstil dan pakaian jadi dan sektor alas kaki dan barang kulit masing-masing tumbuh 8,1% dan 13,4% (yoy).

Menurut dia, kinerja perekonomian yang kuat dan selaras dengan kualitas pemulihan ekonomi terus terjaga ditandai juga dengan berlanjutnya perbaikan kondisi ketenagakerjaan di Agustus 2022. Secara umum, tingkat pengangguran konsisten menurun jika dibandingkan dengan periode Agustus 2021.

"Pertumbuhan ekonomi mampu menyerap tenaga kerja hingga 4,25 juta orang dalam kurun waktu Agustus 2021-Agustus 2022," pungkas Sri Mulyani.(suko)

Kredit

Bagikan