Komisi VII Sarankan RUU Migas Diganti RUU Gasmi

user
Nugroho 24 November 2022, 11:43 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Komisi VII DPR RI menyarankan agar Rancangan Undang-undang Migas (minyak dan gas bumi) diubah menjadi Gasmi (gas dan minyak bumi). Tujuannya agar pemanfaatan gas bumi lebih optimal untuk mewujudkan transisi energi menuju net zero emission (NZE) pada 2060.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto berpendapat jika RUU Migas diubah menjadi Gasmi akan banyak sekali yang diatur dalam masalah gas. Apalagi cadangan gas bumi di Tanah Air cukup banyak. Bahkan, ditemukan titik-titik eksplorasi baru, seperti di Aceh.

"Untuk mendukung pemanfaatan gas bumi ini, saya lebih sepakat apabila RUU Migas diubah menjadi RUU Gasmi," ujarnya di sela-sela menghadiri 3rd International Convention of Indonesia Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) di Bali Nusa Dua Convention Centre, Kuta, Bali, Rabu (23/11/2022).

Selain melimpahnya cadang gas, menurut Sugeng, RUU Gasmi ini akan mampu mempercepat target net zero emission (NZE). Sebab, rezim sekarang ini dinilai tidak fokus terhadap pemanfaatan sumber daya alam gas bumi. Padahal gas bumi seharusnya menjadi fokus utama bagi Pemerintah Indonesia, karena potensinya besar.

“Saya lihat Pemerintahan Presiden Jokowi sekarang ini kurang begitu konsisten di dalam hal pemanfaatan gas bumi. Terbukti kalau kita lihat sekarang, dengan serta merta beralih misalnya dari sisi transportasi ke listrik,” tegas Politisi Partai NasDem ini.

Pria yang pernah mengurusi penyertaan modal (Participating Interest/PI) Blok Cepu untuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu optimis RUU Migas akan disahkan tahun depan. Beleid tersebut bisa memberikan kepastian investasi yang jauh lebih baik bagi industri migas. Karena perlu disadari sektor migas ini memerlukan investasi jumbo dan alih teknologi, apalagi untuk transisi energi.

"Gas bumi bisa menjadi energi bersih dan digunakan untuk bauran energi baru dan energi terbarukan atau EBET," pungkas Legislator Dapil Jawa Tengah VIII itu dikutip dari Parlementaria.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan potensi gas bumi cair (LNG) di Indonesia sangat besar. Rencananya, SKK Migas bakal mendesain jaringan pipa LNG tersebut untuk memenuhi kebutuhan sejumlah industri di tanah air.

“LNG ada yang besar-besar seperti misalnya sekarang kita punya di Papua, Bontang, Sulawesi. Ke depannya kita akan punya proyek-proyek LNG cukup besar juga yaitu di Abadi Masela,” ujar Dwi.

Selain itu, lanjut Dwi, pihaknya juga menemukan titik eksplorasi baru di Andaman, Aceh Utara. SKK Migas juga akan menghidupkan kembali Arun LNG Plant. Dengan begitu, ia yakin berbagai temuan dan potensi gas bumi bisa mengamankan kebutuhan gas dalam negeri sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk menjamin kebutuhan.

“Jadi potensi Indonesia sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan LNG dunia nantinya,” pungkas mantan Direktur Utama Pertamina itu.(suko)

Kredit

Bagikan