Tingkatkan Konsumsi Listrik, Kementerian ESDM Libatkan Pemangku Kepentingan

user
Sasongko 26 November 2022, 10:14 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Surabaya - Guna meningkatkan konsumsi listrik per kapita, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gelar diskusi untuk penyusunan program dengan melibatkan pemangku kepentingan di Surabaya, pada 25 November 2022.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Ida Nuryatin Finahari mengatakan, forum diskusi ini dilakukan guna mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan terkait program peningkatan elektrifikasi dan konsumsi listrik per kapita. Agar target sesuai rencana startegis Kementerian ESDM dapat tercapai.

"Berdasarkan rencana strategis Kementerian ESDM tahun 2020-2024, di tahun 2022 ini konsumsi listrik per kapita ditargetkan dapat mencapai 1.268 kWh/kapita," kata Ida Nuryatin Finahari, dalam siaran pers dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Dijelaskan, bahwa hingga September 2022 angka konsumsi listrik sebesar 1.169 kWh/kapita. Rata-rata konsumsi listrik di ASEAN sebesar 3.672 kWh per kapita. Hal tersebut jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, menunjukkan tingkat konsumsi listrik di Indonesia masih cukup tertinggal.

Dengan penambahan akses listrik kepada masyarakat dan penggunaan peralatan elektronik untuk kegiatan masyarakat, diharapkan terjadi peningkatan angka konsumsi listrik per kapita di Indonesia.

"Dalam rencana strategis Kementerian ESDM, hingga tahun 2024 angka konsumsi listrik per kapita Indonesia bisa mencapai 1.408 kWh/kapita," harap Ida.

Subkoordinator Fasilitasi Hubungan Komersial Usaha Ketenagalistrikan, Edy Pratiknyo mengatakan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mendorong percepatan peningkatan konsumsi listrik.

"Kami akan mensupport melalui percepatan perizinan sektor ketenagalistrikan," ujarnya.

Sementara EVP Pelayanan Pelanggan Retail PT PLN (Persero), Munief Budiman mengatakan, bahwa pihaknya siap untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan konsumsi listrik melalui program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan Electrifying Agriculture.

"PLN hadir dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis agrikultur melalui kemudahan suplai listrik untuk fasilitas pertanian, perikanan, pertanian dan peternakan," ujar Munief.

Ditambahkan, sampai dengan Oktober 2022 jumlah pelanggan Electrifying Agriculture sebanyak 191.783 pelanggan.

"Dengan total daya terpasang 3.108,6 MVA dan konsumsi 4,26 TWh," imbuhnya.

Senada diungkapkan Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jawa Timur, Waziruddin. Dikatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memiliki berbagai upaya dalam meningkatkan konsumsi listrik. Diantaranya melalui Program Instalasi Rumah/Sambungan Rumah (IR/SR).

Pada tahun 2019-2022, hibah untuk program IR/SR dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sebanyak 14.401 rumah tangga tidak mampu.

"Selain bantuan IR/SR Pemprov Jatim juga memberikan bantuan Token Listrik senilai Rp300.000 kepada 19.501 penerima manfaat," ujarnya.

Ditambahkan bahwa tahun depan, program IR/SR ini bakal menyasar sebanyak 5.200 rumah tangga tidak mampu. Stimulus juga diberikan bagi pemilik kendaraan listrik.

"Pengenaan pajak kendaraan listrik hanya 10% atau mendapatkan insentif 90% sesuai Peraturan Gubernur Jatim Nomor 13 Tahun 2021," pungkasnya.(sam)

Kredit

Bagikan