Kementerian ESDM dan TNI Tandatangani MoU Kerja Sama

user
Sasongko 18 Desember 2022, 15:47 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Jakarta - Dalam rangka mendukung tugas dan fungsi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa menandatangani nota kesepahaman tentang koordinasi dan kerja sama.

Hal ini sabagai wujud kolaborasi dan menjadi acuan bagi kerja sama di sektor ESDM. Seperti pendampingan kegiatan, fasilitas dan/atau infrastruktur bidang ESDM, pengamanan dan pemanfataan energi baru terbarukan di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), kegiatan survei bidang ESDM, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ini nantinya dapat pula dimanfaatkan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM sebagai upaya dalam menjaga pengamanan objek vital nasional sektor ESDM, dan menciptakan pemerataan energi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T.

"Tentu kami menyambut baik kolaborasi ini karena tanpa kerja sama, akan sulit melaksanakan program-program strategis Kementerian ESDM. Salah satunya melistriki desa-desa yang belum terlistriki. Misalnya di Papua," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dalam siaran persnya.

Pada tahun lalu, lanjut Arifin, Kementerian ESDM telah mengirimkan 100 orang Patriot Energi ke daerah 3T selama setahun untuk memberikan bantuan SPEL, mengidentifikasi potensi sumber-sumber energi alternatif yang ada di sana.

"Selama satu tahun Patriot Energi tinggal di sana," ujar Arifin.

Sementara itu, Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan, memberikan bantuan penerangan bagi masyarakat belum berlistrik di Papua merupakan program Pemerintah yang harus dibantu sepenuh hati.

"Melistriki masyarakat tidak berlistrik ini adalah misi Pemerintah untuk membuat masyarakat di Papua dapat menikmati listrik seperti saudara-saudaranya yang lain menikmati sarana media lebih bagus, karena itu jangan tidak membantu secara penuh," tegas Andika.

Disarankan selain melatih masyarakat setempat, anggota TNI juga mendapatkan pelatihan pemeliharaan Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) dan Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) yang dipasang, agar tidak memberatkan teknisi PLN maupun dari Kementerian ESDM jika ada kerusakan.

"Maintenance yang kecil-kecil itu kejauhan kalau diperbaiki PLN. Jadi selain training masyarakat, training anggota kami yang paling dekat. Karena siapa tahu bisa dilaksanakan mereka untuk perbaikan SPEL atau APDAL yang rusak, tidak usah menggerakkan yang jauh-jauh dari PLN," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian ESDM dan TNI dalam membantu PLN untuk melistriki desa-desa yang masih gelap di Papua.

"Terima kasih atas dukungan Kementerian ESDM dalam hal ini untuk melistriki 433 desa di Papua. Sesuai arahan Menteri ESDM, kami menjalankan mengoperasionalisasi ternyata ada 90 desa yang dikategorikan rawan baik sosial maupun keamanan," ujarnya.

Selain penandatangan MoU antara Kementerian ESDM dengan TNI, ditandatangani juga Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ditjen EBTKE dan TNI Angkatan Laut dan PKS antara Ditjen EBTKE dan TNI.(sam)

Kredit

Bagikan