Warung K-Noman Campurejo, Ikon Desa Berdaya Jatim di Bekas Sumur Minyak

user
Sasongko 23 Desember 2022, 06:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Warung K-Noman di Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) dipilih menjadi ikon Desa Berdaya Jatim oleh pemerintah desa setempat. Warung ini punya ciri khusus, yakni bekas sumur minyak berwarna merah.

Dari 155 desa mandiri di Bojonegoro, Desa Campurejo tersaring menjadi salah satu dari 12 desa yang terpilih mendapat program Desa Berdaya Jatim 2022 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Dari itu, kemudian desa penghasil minyak wilayah kerja Pertamina Eksplorasi dan Produksi Sukowati ini mendapat stimulus sebesar Rp100 juta dari Pemprov Jatim untuk mewujudkan ikon desa.

"Joglo di Warung K-Noman ini wujud bantuan Pemprov Jatim," kata Kepala Desa (Kades) Campurejo, Edi Sampurno kepada  SuaraBanyuurip.com, Kamis (22/12/2022).

Sejumlah warga sedang santai menikmati sejuknya suasana di Warung K-Noman.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Kades dua periode ini menuturkan, Warung K-Noman dibangun tahun 2016 di atas tanah kas desa (TKD) seluas 1,5 hektar. Dananya saat itu sekira Rp50 juta yang diambilkan dari Dana Desa (DD).

Sentuhan dari perusahaan minyak juga didapat. Ketika itu dukungan diperoleh dari Join Operating Body (JOB) Pertamina - Petrochina East Java (PPEJ) melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Dimanfaatkan untuk membangun gazebo dan fasilitas di K-Noman.

"Bekas mulut sumur minyak berwarna merah di depan joglo ini dulu ditata oleh JOB PPEJ. Ini juga ikonik. Jadi ciri khas di K-Noman," tuturnya.

Konsep K-Noman ini dia katakan menyatu, antara pasar kembang, kuliner, dan wisata edukasi. Tempatnya yang rindang dan berdampingan dengan sawah disebutnya ramah untuk wisata edukasi anak dan keluarga. Bisnis ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Wiraguna.

"Omzetnya lumayan, bisa Rp2-3 jutaan per hari. Tapi kami tidak ada target untuk setoran Pendapatan Asli Desa (PADes) dari K-Noman. Karena titik beratnya pada kelangsungan kegiatannya," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris BUMDes Wiraguna, Deddy Bachtiar menyatakan, Joglo K-Noman sebagai ikon program Desa Berdaya Jatim bukanlah satu-satunya unit usaha di Campurejo.

"K-Noman ini kan penanda untuk menampilkan status kemandirian desa," ucapnya.

Selain ikon Joglo Kanoman, BUMDes Wiraguna juga memiliki inovasi dan kreasi lain. Tercatat ada lima unit usaha lainnya. Yakni unit bank sampah, unit BMT (Baitul Maal Wa Tamwil) yang diperuntukan bagi kaum difabel dan yatim piatu, unit pertokoan, unit sablon dan percetakan, serta Hippam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum).

"Secara keseluruhan, dari semua unit BUMDes Wiraguna mampu menghasilkan setoran untuk PADes sekira Rp35 juta. Dan menyerap tenaga kerja dari warga Campurejo sebanyak 23 orang," pungkasnya.(fin)

Kredit

Bagikan