Jokowi : Membangun Tata Kota Jangan Mirip Daerah Lain, Tapi Harus Sesuai Potensi

user
Nugroho 18 Januari 2023, 22:30 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepada pemerintah daerah agar tidak membangun tata kota daerahnya mirip dengan daerah lain. Melainkan harus bisa mendesain dan membangun tata kota daerahnya sesuai potensi unggulan yang dimiliki.

Menurut Jokowi, sekarang ini penjenamaan kota-kota terlalu memiliki kemiripan. Padahal setiap kabupaten/kota memiliki potensi unggulan yang berbeda-beda yang bisa dijadikan branding.

“Hati-hati yang namanya tata kota, seluruh kabupaten dan kota itu harus mulai mendesain kotanya dengan baik, sehingga setiap kota dan kabupaten itu memiliki diferensiasi,” ujar Jokowi saat memberi pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Se-Indonesia Tahun 2023 yang digelar di Sentul International Convention Centre, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Selasa, 17 Januari 2023.

Jokowi meminta agar masing-masing pemerintah daerah menyusun rencana induk (masterplan) penataan kota dan juga penjenamaan yang memiliki visi dan dapat menunjukkan keunggulan dari setiap kabupaten/kota tersebut sebagai sebuah keunikan.

“Buatlah brand kota sesuai dengan potensi dan keunggulan kita masing-masing, bisa misalnya kota pisang, kenapa tidak? Bisa kota ikan, kenapa tidak? Bisa kota musik, kenapa tidak? Bisa kota mebel, kenapa tidak?” saran mantan Walikota Solo itu.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menceritakan bahwa banyak potensi yang dimiliki oleh kota/kabupaten di Indonesia yang bisa disandingkan dengan penjenamaan kota di negara lain. Disebutkan salah satunya adalah Jepara yang bisa menjadi kota mebel seperti halnya High Point di North Carolina, Amerika Serikat yang terkenal dengan pameran mebel tahunannya.

“Kita memiliki kekuatan ikan, kalau di Jepang ada Tsukiji, fish market yang betul-betul terkenal, seluruh orang tahu, kenapa di Ambon, di Maluku Utara tidak ada yang menyiapkan branding ini? Kita ini memiliki banyak, sehingga perlu yang namanya masterplan disiapkan,” lanjutnya.

Namun, Jokowi menekankan bahwa pemerintah daerah juga harus konsisten dengan rencana induk yang telah dirancang dalam pembangunan tata kota dan penjenamaan tersebut.

“Tapi konsisten, kalau sudah kota pisang berarti nanam pisangnya harus lebih banyak di kota itu, kemudian menyiapkan industri untuk pascapanen pisang siapkan di kota itu, sehingga brand kota itu akan kelihatan,” jelasnya dikutip dari laman Kemendagri.(suko)

Kredit

Bagikan