PLN Masih Bergantung Pada Pasokan Batubara untuk Kelistrikan

user
nugroho 12 Agustus 2022, 20:29 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro.

Bojonegoro - Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga kini masih menggantungkan pasokan batubara untuk kelistrikan. Pada tahun 2022 ini, kebutuhan batubara masih cukup besar, yakni 119 juta ton.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, serapan batubara mengalami lonjakan signifikan untuk kebutuhan dua sektor tersebut dari 2015 hingga 2021 lalu. Konsumsi listrik batubara untuk kelistrikan mengalami kenaikan 60 persen, sementara non-kelistrikan mengalami kenaikan 52 persen.

"Namun, Kementerian ESDM memastikan akan terus menjaga kebutuhan batubara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO)," kata Arifin sebagaimana dikutip dari laman ESDM.

Arifin mengatakan, rencana volume kontrak untuk kelistrikan di tahun 2022 sebesar 144,1 juta ton dengan volume alokasi 122,5 juta ton. Dan hingga Juli 2022 kemarin realisasi pemenuhan batubara untuk kelistrikan adalah sebesar 72,9 juta ton.

Sementara, lanjut dia, untuk kebutuhan non-kelistrikan, rencana kebutuhan batubara dipatok sebesar 69,9 juta ton dengan realisasi pemenuhan sampai Juli 2022 adalah sebesar 30,94 juta ton. Secara detail, data rencana kebutuhan batu bara dari Kementerian ESDM, kebutuhan batu bara tahun 2022 adalah sebesar 188,9 juta ton.

"Dan untuk tahun 2023 sebesar 195,9 juta ton, 2024 tembus di angka 209,9 juta ton, dan 2025 sebesar 197,9 juta ton," katanya.

Dia mengatakan, hingga tahun 2025, sektor listrik atau PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih menjadi pengguna batubara terbesar dalam negeri. Dengan masing-masing kebutuhan di tahun 2022 sebesar 119 juta ton, 2023 sebesar 126 juta ton, 2024 sebesar 140 juta ton, dan 2025 mencapai 128 juta ton.

"Untuk menjaga pasokan batu bara di dalam negeri pemerintah telah pengatur kewajiban DMO bagi pemegang PKPIUB dan IUPK batubara. Salah satunya tertuang dalam UU nomor 3/2020 yang mengamanatkan kebijakan nasional pengutamaan mineral atau batu bara untuk kepentingan di dalam negeri," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan